
osbofficial.com – Istilah otak ADHD sering digunakan untuk menggambarkan cara kerja otak pada seseorang dengan Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD). Kondisi ini merupakan gangguan perkembangan saraf yang dapat memengaruhi perhatian, pengendalian impuls, aktivitas, serta kemampuan mengatur berbagai tugas dalam kehidupan sehari-hari.
ADHD bukan sekadar kebiasaan mudah terdistraksi atau tidak bisa diam. Cara seseorang dengan ADHD mengatur perhatian dan menjalankan fungsi eksekutif dapat berbeda. Karena itu, memahami bagaimana otak ADHD bekerja penting agar seseorang tidak langsung dicap malas, tidak disiplin, atau tidak mau berusaha.
Apa Itu ADHD?

ADHD atau Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder merupakan kondisi perkembangan saraf yang biasanya muncul sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga remaja maupun dewasa.
ADHD dapat memengaruhi beberapa aspek kehidupan, termasuk aktivitas belajar, pekerjaan, hubungan sosial, serta kemampuan mengatur rutinitas.
Gejalanya tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang lebih banyak mengalami kesulitan mempertahankan perhatian, ada yang menunjukkan hiperaktivitas dan impulsivitas, sementara sebagian lainnya mengalami kombinasi dari beberapa gejala tersebut.
Karena itu, otak ADHD tidak dapat digambarkan hanya sebagai otak yang “tidak bisa fokus”.
Bagaimana Cara Kerja Otak ADHD?
Penelitian mengenai ADHD menunjukkan adanya perbedaan pada perkembangan dan fungsi beberapa jaringan otak yang berkaitan dengan perhatian, kontrol diri, motivasi, dan fungsi eksekutif.
Fungsi eksekutif sendiri berkaitan dengan kemampuan untuk mengatur dan menyelesaikan berbagai aktivitas. Contohnya adalah merencanakan sesuatu, mengatur waktu, mempertahankan perhatian, mengendalikan respons, serta berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya.
Hal ini dapat membuat seseorang dengan ADHD mengalami kesulitan pada tugas tertentu meskipun sebenarnya ia memahami apa yang harus dilakukan.
Misalnya, seseorang tahu bahwa tugas harus dikerjakan hari ini, tetapi merasa sangat sulit untuk memulai. Kondisi tersebut tidak otomatis berarti orang tersebut malas.
Apakah Otak ADHD Tidak Bisa Fokus?

Tidak tepat jika dikatakan bahwa seseorang dengan ADHD sama sekali tidak bisa fokus.
Seseorang dengan ADHD tetap dapat berkonsentrasi, terutama ketika aktivitas tersebut menarik, memberikan stimulasi yang kuat, atau terasa sangat penting baginya.
Sebaliknya, tugas yang monoton atau kurang menarik dapat terasa jauh lebih sulit untuk dipertahankan perhatiannya.
Karena itu, masalah ADHD lebih tepat dipahami sebagai kesulitan dalam mengatur perhatian, bukan sekadar tidak memiliki kemampuan untuk fokus.
Ciri yang Sering Berkaitan dengan ADHD
Gejala ADHD dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Beberapa kesulitan yang umum antara lain:
- Mudah terdistraksi
- Sulit menyelesaikan tugas
- Sering lupa terhadap aktivitas tertentu
- Kesulitan mengatur waktu
- Sering menunda pekerjaan
- Sulit mengikuti instruksi yang panjang
- Gelisah atau sulit diam
- Sering memotong pembicaraan
- Bertindak sebelum mempertimbangkan akibatnya
Namun, memiliki salah satu atau beberapa perilaku tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami ADHD.
Diagnosis perlu dilakukan oleh tenaga profesional berdasarkan riwayat dan pola gejala yang sesuai.
Otak ADHD dan Fungsi Eksekutif
Salah satu hal yang sering dibahas dalam ADHD adalah fungsi eksekutif.
Fungsi eksekutif membantu seseorang mengatur berbagai aktivitas agar dapat mencapai tujuan. Misalnya, ketika seseorang ingin menyelesaikan tugas kuliah, ia perlu menentukan kapan mulai, memecah pekerjaan menjadi beberapa bagian, mempertahankan perhatian, dan menyelesaikannya tepat waktu.
Pada seseorang dengan ADHD, proses tersebut dapat terasa lebih sulit.
Bukan berarti kemampuan berpikirnya rendah. Kesulitannya dapat lebih terlihat pada proses mengatur tindakan dan mempertahankan konsistensi dalam menyelesaikan tugas.
Apakah Orang dengan ADHD Kurang Cerdas?
Tidak.
ADHD tidak sama dengan tingkat kecerdasan yang rendah. Seseorang dengan ADHD dapat memiliki kemampuan akademik maupun intelektual yang beragam, sama seperti orang pada umumnya.
Kesulitan yang muncul lebih berkaitan dengan gejala ADHD dan fungsi tertentu seperti perhatian, impulsivitas, atau pengaturan aktivitas.
Karena itu, nilai sekolah atau kemampuan menyelesaikan tugas tidak seharusnya digunakan sebagai satu-satunya ukuran kemampuan seseorang.
Kenapa Orang dengan ADHD Sering Menunda?
Prokrastinasi atau kebiasaan menunda dapat menjadi salah satu kesulitan yang dialami sebagian orang dengan ADHD.
Salah satu alasannya adalah tugas yang membutuhkan usaha mental besar dapat terasa sulit untuk dimulai, terutama jika tugas tersebut dianggap membosankan atau kurang memberikan stimulasi.
Misalnya, seseorang sudah mengetahui bahwa laporan harus dikerjakan, tetapi terus melakukan aktivitas lain. Ketika deadline semakin dekat, tekanan waktu akhirnya membuatnya lebih mudah mulai bekerja.
Namun, pola tersebut tidak selalu terjadi pada semua orang dengan ADHD.
ADHD pada Anak
Pada anak, gejala ADHD dapat terlihat melalui perilaku yang lebih aktif, sulit mempertahankan perhatian, atau bertindak secara impulsif.
Di sekolah, anak mungkin mengalami kesulitan menyelesaikan tugas, mengikuti instruksi, atau tetap fokus dalam aktivitas tertentu.
Namun, anak yang aktif atau mudah bosan tidak otomatis mengalami ADHD. Perilaku perlu dilihat berdasarkan usia, berlangsung secara konsisten, dan menimbulkan gangguan yang berarti dalam kehidupan anak.
Jika orang tua memiliki kekhawatiran mengenai perkembangan atau perilaku anak, evaluasi oleh dokter atau profesional yang kompeten dapat membantu menentukan langkah selanjutnya.
ADHD pada Remaja
Ketika memasuki masa remaja, tuntutan akademik dan sosial biasanya semakin kompleks. Karena itu, kesulitan mengatur waktu, menyelesaikan tugas, dan mengendalikan impuls dapat menjadi lebih terlihat.
Remaja dengan ADHD mungkin membutuhkan strategi yang lebih terstruktur untuk mengelola aktivitas sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Dukungan dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar juga dapat membantu remaja memahami kondisi yang dialaminya tanpa membuatnya merasa berbeda secara negatif.
ADHD pada Orang Dewasa
ADHD tidak selalu berhenti ketika seseorang menjadi dewasa. Sebagian orang baru menyadari atau mendapatkan diagnosis ketika sudah dewasa karena gejalanya sebelumnya tidak dikenali.
Pada orang dewasa, kesulitan dapat terlihat dalam pekerjaan, pengelolaan waktu, organisasi aktivitas, hubungan, maupun rutinitas sehari-hari.
Misalnya, seseorang sering lupa jadwal, kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang panjang, atau berpindah-pindah tugas sebelum satu pekerjaan selesai.
Jika pola tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari, konsultasi dengan profesional dapat membantu mendapatkan evaluasi yang tepat.
Kesimpulan
Otak ADHD memiliki karakteristik perkembangan dan fungsi yang berkaitan dengan perhatian, pengendalian impuls, motivasi, serta fungsi eksekutif. Karena itu, seseorang dengan ADHD dapat mengalami kesulitan mengatur perhatian, waktu, tugas, dan perilaku meskipun sebenarnya memiliki kemampuan untuk memahami dan mengerjakan sesuatu.
ADHD bukan berarti seseorang malas, tidak disiplin, atau memiliki kecerdasan rendah. Setiap orang dengan ADHD juga dapat memiliki pengalaman dan tingkat gejala yang berbeda.
Dukungan yang tepat dapat membantu seseorang menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih terstruktur. Membagi tugas menjadi langkah kecil, menggunakan pengingat, mengurangi gangguan, membangun rutinitas, menjaga tidur, serta mendapatkan bantuan profesional ketika diperlukan merupakan beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan.
Yuk, Lengkapi Rutinitas Belajarmu dengan OSB!
Pilih OSB Omar Smart Brain dan langsung checkout sesuai kebutuhanmu! Temukan produk OSB Omar Smart Brain di Shopee, Tokopedia, dan Blibli, lalu jadikan sebagai bagian dari rutinitas harianmu untuk menemani aktivitas belajar dan keseharian yang lebih teratur.
