
osbofficial.com – Memahami fungsi otak besar penting karena bagian otak ini memiliki peran besar dalam berbagai aktivitas manusia, mulai dari berpikir, mengingat, belajar, mengolah informasi dari pancaindra, mengatur gerakan sadar, hingga membantu mengendalikan bahasa dan emosi. Otak besar atau cerebrum merupakan bagian terbesar dari otak dan bekerja bersama bagian otak lainnya untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh.
Dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua aktivitas yang membutuhkan kesadaran melibatkan kerja otak besar. Ketika seseorang membaca, berbicara, mengingat sesuatu, mengambil keputusan, atau menggerakkan tangan untuk menulis, terdapat berbagai bagian otak yang bekerja secara terkoordinasi.
Apa Itu Otak Besar?
Otak besar atau cerebrum merupakan bagian terbesar dari otak manusia. Bagian ini terdiri dari dua belahan, yaitu belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Keduanya terhubung melalui kumpulan serabut saraf yang disebut corpus callosum sehingga dapat saling bertukar informasi.
Secara umum, belahan otak kiri mengendalikan gerakan tubuh bagian kanan, sedangkan belahan otak kanan mengendalikan gerakan tubuh bagian kiri. Meskipun sering dikaitkan dengan fungsi yang berbeda, kedua belahan otak sebenarnya bekerja secara bersama-sama dalam menjalankan berbagai aktivitas manusia.
Bagian luar otak besar disebut korteks serebral. Area ini berperan penting dalam berbagai fungsi kognitif seperti mengingat, bernalar, memecahkan masalah, serta mengolah berbagai informasi yang diterima tubuh.
Apa Saja Fungsi Otak Besar?
Ada banyak fungsi otak besar yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa fungsi utamanya.
1. Mengatur Kemampuan Berpikir

Salah satu fungsi otak besar yang paling penting adalah membantu proses berpikir. Ketika seseorang menganalisis informasi, mempertimbangkan pilihan, memecahkan masalah, atau membuat keputusan, otak besar berperan dalam proses tersebut.
Kemampuan untuk merencanakan kegiatan juga berkaitan dengan kerja otak besar, terutama bagian lobus frontal.
2. Membantu Proses Belajar dan Mengingat

Otak besar juga memiliki peran dalam proses belajar dan memori. Informasi yang diperoleh melalui pengalaman atau kegiatan belajar diproses oleh berbagai jaringan otak.
Karena itu, ketika seseorang membaca buku, mempelajari materi baru, kemudian mencoba mengingatnya kembali, aktivitas tersebut melibatkan kerja berbagai bagian otak besar.
Namun, kemampuan mengingat tidak hanya bergantung pada satu bagian otak. Proses memori melibatkan jaringan otak yang saling berhubungan.
3. Mengatur Gerakan Sadar

Fungsi otak besar lainnya adalah membantu mengendalikan gerakan yang dilakukan secara sadar.
Contohnya adalah ketika seseorang berjalan, menulis, mengetik, mengambil benda, atau menggerakkan tangan sesuai keinginan. Lobus frontal memiliki area yang berperan dalam pengendalian gerakan tersebut.
Gerakan tubuh juga melibatkan koordinasi dengan bagian otak lainnya sehingga gerakan dapat dilakukan dengan lebih terarah.
4. Mengolah Informasi dari Pancaindra
Otak besar berperan dalam mengolah berbagai informasi sensorik yang diterima tubuh.
Informasi seperti sentuhan, tekanan, suhu, rasa sakit, suara, dan penglihatan diproses melalui bagian-bagian otak yang berbeda. Dengan proses tersebut, manusia dapat memahami rangsangan yang diterima dari lingkungan maupun tubuhnya sendiri.
5. Mengatur Bahasa dan Komunikasi
Kemampuan berbahasa juga berkaitan dengan fungsi otak besar. Aktivitas seperti berbicara, memahami bahasa, membaca, dan menulis melibatkan beberapa area otak, terutama pada belahan otak yang dominan untuk bahasa.
Itulah sebabnya gangguan pada bagian tertentu dari otak besar dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berbicara atau memahami bahasa.
6. Membantu Mengendalikan Emosi dan Perilaku
Selain fungsi kognitif, otak besar juga berhubungan dengan pengaturan emosi dan perilaku. Bagian tertentu di dalam dan sekitar otak besar bekerja bersama sistem limbik untuk memproses emosi, memori, motivasi, serta respons terhadap berbagai situasi.
Karena itu, kondisi otak dapat berhubungan dengan perubahan cara seseorang merespons lingkungan dan mengendalikan perilakunya.
Bagian Otak Besar dan Fungsinya
Untuk memahami fungsi otak besar dengan lebih mudah, kita dapat melihat empat lobus utama yang terdapat pada setiap belahan otak.
1. Lobus Frontal
Lobus frontal berada di bagian depan otak. Bagian ini berkaitan dengan kemampuan berpikir, perencanaan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, pengendalian perilaku dan emosi, serta pengaturan gerakan.
Dalam kehidupan sehari-hari, aktivitas seperti membuat rencana belajar, menentukan pilihan, menyelesaikan masalah, dan mengendalikan respons terhadap suatu situasi melibatkan kerja lobus frontal.
2. Lobus Parietal
Lobus parietal terletak di bagian atas otak dan berperan dalam mengolah informasi sensorik seperti sentuhan, tekanan, suhu, dan nyeri.
Bagian ini juga membantu seseorang memahami posisi tubuh dan hubungan suatu objek dengan ruang di sekitarnya. Kemampuan motorik halus, seperti menulis, juga melibatkan bagian otak besar ini.
3. Lobus Temporal
Lobus temporal berada di bagian samping kepala, kurang lebih sejajar dengan telinga. Bagian ini berperan dalam pendengaran, memori, emosi, serta pemrosesan dan pemahaman bahasa.
Ketika seseorang mendengarkan percakapan dan mencoba memahami maksud dari pembicaraan tersebut, lobus temporal ikut berperan dalam prosesnya.
4. Lobus Oksipital
Lobus oksipital berada di bagian belakang otak dan terutama berkaitan dengan pengolahan informasi visual.
Informasi yang diterima dari mata diproses sehingga manusia dapat mengenali warna, bentuk, gerakan, tulisan, serta berbagai objek yang dilihat.
Perbedaan Otak Besar Kiri dan Kanan
Pembahasan mengenai fungsi otak besar sering dikaitkan dengan otak kiri dan otak kanan. Secara anatomi, kedua belahan memang memiliki hubungan dengan pengendalian sisi tubuh yang berlawanan dan memiliki spesialisasi tertentu.
Belahan kiri berperan penting dalam berbagai fungsi bahasa, sedangkan belahan kanan berkontribusi dalam pemrosesan berbagai informasi seperti bentuk, warna, musik, dan aspek tertentu dari emosi. Namun, bukan berarti seseorang hanya menggunakan otak kiri atau otak kanan. Kedua belahan bekerja secara terkoordinasi.
Karena itu, anggapan bahwa seseorang sepenuhnya “tipe otak kiri” atau “tipe otak kanan” sebaiknya tidak dipahami secara sederhana. Aktivitas manusia umumnya melibatkan jaringan otak yang saling terhubung.
Apa yang Terjadi Jika Fungsi Otak Besar Terganggu?
Gangguan pada bagian tertentu dari otak besar dapat menyebabkan gejala yang berbeda-beda, tergantung lokasi dan penyebabnya. Misalnya, gangguan pada area tertentu dapat memengaruhi kemampuan berbicara, memori, penglihatan, sensasi tubuh, perilaku, atau gerakan.
Karena gejalanya dapat menyerupai berbagai kondisi lain, keluhan yang berkaitan dengan fungsi otak sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai penyakit tertentu. Jika muncul gejala neurologis yang mengkhawatirkan atau terjadi secara tiba-tiba, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Bagaimana Cara Menjaga Fungsi Otak Besar?
Menjaga kesehatan otak dapat dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Rutin Melakukan Aktivitas Fisik
Olahraga secara teratur dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan otak.
Konsumsi Makanan Bergizi
Pola makan dengan gizi seimbang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, termasuk yang diperlukan untuk fungsi normal sistem saraf.
Yuk, Lengkapi Rutinitas Belajarmu dengan OSB!
Pilih OSB Omar Smart Brain dan langsung checkout sesuai kebutuhanmu! Temukan produk OSB Omar Smart Brain di Shopee, Tokopedia, dan Blibli, lalu jadikan sebagai bagian dari rutinitas harianmu untuk menemani aktivitas belajar dan keseharian yang lebih teratur
